alt text

Menuju Home schooling Group SD

Dan hendaklah takut kepada Allah, orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah..

Read More.
alt text

Home Schooling Jadikan Anak Senang Belajar

Sekolah di rumah (home schooling) menjadikan anak lebih senang belajar, mengingat pola belajar ..

Read More.
Mallow

Menjadi Pintar dengan Tetap Fun

Apa itu homeschooling? Pada dasarnya homeschooling sebenarnya sama saja dengan sekolah biasa..

Read More.
Magnolia

Kami Belajar.

Ada nuansa berbeda yang terlihat di kesempatan malam tersebut. Ada Ustad yang mengenakan sarung, dan ada pula yang mengenakan busana formal sebagimana biasa..

Read More.
alt text

Sekolah Rumah, Mengapa tidak?

Ada tren baru di dunia pendidikan. Anak tak lagi disekolahkan di sekolah formal, tapi hanya belajar di rumah.

Read More.

ABOUT HSG

HSG adalah pendidikan yang melibatkan kerjasama yang sinergis.
Read more.. 

CONTACT

0341-7005026, 7610693, 081235605230, SMS CENTER 081805038481 .
Read more.. 

PENDAFTARAN

Untuk pendaftaran, lengkapi formulir dan masukan data yang diperlukan.
Read more.. 

OFFICE

Jl. Bendungan Sigura-gura V, Malang, Indonesia 65146.
Read more.. 
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (TQS Al-Baqarah : 261).

* Ini Buktinya, Anak Makin Berprestasi Berkat Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan

  • Selasa, 22 Desember 2015
  • by
  • Homeschooling group SD Khoiru Ummah 20 Malang


  • Fotosearch


    Sejumlah riset dan studi menunjukkan, keterlibatan Anda para ayah dalam mengasuh anak sangat penting dan dapat memberikan kontribusi positif bagi anak dalam kehidupannya kelak. Berikut ini beberapa hal yang akan dimiliki anak saat Anda ikut andil dalam mengasuhnya.

    1. Lebih percaya diri
    Saat bermain dengan anak, Anda kan lebih senang mengajak anak melakukan aktivitas fisik seperti berlari, melompat, melempar, atau memanjat. Menurut Melanie Horn-Mallers Ph.D, profesor di California State University, Fullerton, AS dan pakar mengenai studi keluarga, aktivitas ini bisa membuat anak lebih percaya diri. Soalnya Anda akan mendorong ayunan lebih kencang atau menyemangati anak untuk berani meluncur dari tempat yang tinggi. Ketika berhasil melakukannya, si kecil tentunya akan semakin pede. Seolah Anda ingin mengatakan, “Nak, dunia ini adalah tempat yang aman. Jadi mari menjelajahinya dan percayalah dengan kemampuanmu.”

    2. Lebih pintar
    Penelitian yang dilakukan oleh University of Guelph, Ontario, Kanada, pada tahun 2007 yang berjudul The Effects of Father Involvement: An Updated Research Summary of the Evidence, bahwa anak yang turut diasuh oleh ayahnya sejak dini,  memiliki kemampuan kognitif lebih baik ketika memasuki usia enam bulan hingga satu tahun. Selain itu, mereka juga memiliki IQ lebih tinggi ketika menginjak usia tiga tahun dan berkembang menjadi individu yang mampu memecahkan persoalan dengan lebih baik.

    3. Berani mengambil risiko
    Ketika mengasuh anak, ibu cenderung khawatir dengan keselamatan anak. Sebaliknya Anda mendorong anak untuk berani mengambil risiko. Psikolog Daniel Paquette dari University of Montreal, Montreal, Kanada, dalam studinya berjudul Theorizing the Father-Child Relationship: Mechanisms and Developmental Outcomes, menemukan fakta bahwa saat bermain dengan anak, ayah akan berusaha mendorong anak untuk mampu mengatasi hambatan dan berbicara dengan orang asing. Saat berenang misalnya, Anda akan menyemangati anak untuk bisa menyelam lebih dalam.

    4. Pandai bergaul
    Dari riset terhadap 192 bayi yang dimuat dalam Journal of Child Psychology and Psychiatry, Dr. Paul Ramchandani, psikiater anak dari University of Oxford, Inggris, menemukan, bayi yang memiliki bonding yang baik dengan ayahnya selama 3 bulan pertama kehidupannya, terbukti setelah bersekolah akan menjadi anak yang pandai bergaul, populer di antara teman-temannya, dan jarang memiliki masalah dengan teman-temannya. Begitu juga setelah dewasa dan bekerja, mereka tumbuh menjadi pribadi yang bahagia.

    5. Lebih disiplin
    Ayah merupakan sosok yang tegas. Karena itu, saat mengasuh anak, Anda juga berusaha membuat anak disiplin dengan cara yang lebih tegas. Dalam bukunya yang berjudul Partnership Parenting, Dr. Kyle D. Pruett M.D., psikiater anak dan profesor di Yale University, AS, serta Marsha Kline Pruett, menulis, ayah lebih tegas daripada ibu dalam menghadapi anak dan menegakkan disiplin. Ibu, di sisi lain, lebih mengandalkan ikatan emosional untuk mengubah perilaku anak. Pendekatan yang beragam dari Anda dan istri ini terbukti sangat efektif dalam mendisiplinkan anak.

    6. Berani mencoba hal baru
    Ketika bermain dengan anak, ayah tidak sekadar menghibur si kecil. Berbeda dengan ibu yang cenderung selalu memberikan rasa aman dan melindungi saat mengasuh anak, menurut Norma L. Radin, pakar perkembangan anak dan profesor di University of Michigan, AS, ayah mengajak anak untuk berani berinteraksi dengan dunia di sekitarnya dan dengan orang lain. Anda juga mendorong anak untuk dapat mengeksplorasi kekuatannya sendiri dan berani mencoba hal-hal baru, tentunya tetap dalam pengawasan Anda.

    7. Lebih toleran dan pengertian
    Menurut Dr. Howard Dubowitz, MD, ahli pediatri di University of Maryland Medical Center, Baltimore, AS, dalam artikelnya Father Involvement and Children’s Functioning at Age 6 years: A Multisite Study, anak perempuan yang memiliki hubungan dekat dengan ayahnya memiliki kenyamanan diri lebih tinggi dan lebih sedikit merasa depresi. Sedangkan anak laki-laki yang diasuh dengan keterlibatan ayah akan lebih mengenal dunia pria. Ia akan lebih sedikit merasa agresif, impulsif, dan tidak egois. Pada saat dewasa kelak, mereka akan menjadi orang yang lebih toleran dan pengertian.

    8. Lebih aktif
    Kegiatan yang biasa dilakukan ayah dengan anak misalnya mencuci mobil, belajar naik sepeda, atau, bermain bola. Aktivitas itu membuat anak terhindar dari kegemukan. Menurut data Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2013, 18,8% anak berusia 5-12 tahun mengalami masalah kegemukan, dengan perincian kategori gemuk 10% dan sangat gemuk 8,8%.

    9. Lebih kreatif
    Saat bersama anak, ayah akan mengisinya dengan aktivitas yang ‘liar’, membuat mobil-mobilan dari kardus bekas, menggunakan sarung bermain Ninja atau membaca dongeng dengan beragam ekspresi wajah. Pokoknya, kreativitas ayah beda dengan ibu.  Menurut Mark Runco, Ph.D, Direktur Torrance Center for Creativity & Talent Development di University of Georgia, AS, semua anak memiliki potensi untuk menjadi kreatif dan tugas orangtua untuk mewujudkannya. Anda ikut serta mengembangkannya.

    10. Lebih Spontan
    Saat akan pergi berkemah, misalnya, seorang ibu akan menyiapkan bekal makanan. Sementara ayah lebih suka bereksperimen secara spontan untuk memasak menggunakan api unggun. Bagi Anda, yang terpenting adalah anak mendapat pengalaman baru dan belajar menghadapi risiko. Karena itu, menurut Howard Steele, Direktur Attachment Research Center Unit dari University College London, Inggris, cara itu membuat anak lebih berani untuk mengutarakan pendapat dan lebih spontan dalam bertindak. (SAN/MON) Sumber
    Read More...

    * Ini yang Dilakukan Ibu 3 Hafizh Termuda di Dunia Saat Hamil

  • Senin, 21 Desember 2015
  • by
  • Homeschooling group SD Khoiru Ummah 20 Malang


  • Ingin punya anak yang hafal Al Qur’an? Cara yang dilakukan oleh Rasya el-Ghayyar, ibu dari 3 hafizh termuda di dunia (Tabarak, Yazid, Zeenah), ini bisa diadopsi.
    Ketika Rasya hamil, ia melakukan sedikitnya tiga hal yang terkait langsung dengan cita-cita memiliki anak penghafal Qur’an:

    Banyak Tilawah

    Doktor yang menjadi dosen di Batterje Medical College itu biasa membaca Al Qur’an sejak sebelum menikah. Ketika ia hamil, kebiasaan tilawah itu terus ia lakukan. Bahkan bisa lebih banyak dari hari-hari sebelumnya.

    Menghafal Al Qur’an

    Selain banyak tilawah, Rasya juga berusaha menambah hafalannya ketika ia mengandung baik anak pertama (Tabarak), anak kedua (Yazeed), maupun anak ketiga (Zeenah).

    Berdoa

    Rasya sering memanjatkan doa khusus pada waktu hamil. Ia berdoa sebagaimana doa istri Imran yang mulia:

    رَبِّ إِنِّي نَذَرْتُ لَكَ مَا فِي بَطْنِي مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّي إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

    “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menadzarkan kepada Engkau anak yang ada dalam kandunganku menjadi hamba yang shalih dan berkhidmat. Karena itu, terimalah (nadzar) itu dariku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS. Ali Imran: 35)
    Sembari berdoa, Rasya menadzarkan anaknya menjadi anak yang taat kepada Allah dan berbakti untuk Al Qur’an.
    Biidznillah, doa itu kemudian dikabulkan Allah. Tabarak yang lahir pada 20 Dzulhijjah 1423 H bertepatan dengan 22 Februari 2003, mulai menghafal Al Qur’an pada usia 3 tahun dan menjadi hafizh pada usia 4,5 tahun. Ia lulus ujian al Jamiyyah al Khairiyah li Tahfizh al Qur’an al Karim di Jeddah dan al Hai’ah al ‘Alamiyah li Ta’lim al Qur’an al Karim milik Rabithah al ‘Alam al Islami dengan predikat mumtaz (cumlaude). Tabarak tercatat sebagai hafiz termuda di dunia.
    Anak kedua, Yazid Tamamuddin juga hafal Al Qur’an 30 juz pada usia 4,5 tahun. Ia bahkan mendapatkan nilai lebih tinggi dari kakaknya. Meskipun sama-sama mumtaz, Tabarak mendapat nilai 90 dan Yazeed mendapat nilai 95.
    Anak ketiga juga demikian. Zeenah el Laboody hafal Al Qur’an 30 juz pada usia kurang dari lima tahun.
    Akhirnya, jadilah ketiganya menjadi 3 hafiz termuda di dunia. Masya Allah… (Muchlisin BK/Bersamadakwah)
    Read More...
    Our Fans Page
     
    Aircraft carrier : Slider Demo Costa Atlantica : Demo Slider Fred. Olsen Cruise Lines : Easy Slider Demo
    Copyright (c) 2012 Web Design by Neo Desain
    Sponsored by : Indoiklanmedia