alt text

Menuju Home schooling Group SD

Dan hendaklah takut kepada Allah, orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah..

Read More.
alt text

Home Schooling Jadikan Anak Senang Belajar

Sekolah di rumah (home schooling) menjadikan anak lebih senang belajar, mengingat pola belajar ..

Read More.
Mallow

Menjadi Pintar dengan Tetap Fun

Apa itu homeschooling? Pada dasarnya homeschooling sebenarnya sama saja dengan sekolah biasa..

Read More.
Magnolia

Kami Belajar.

Ada nuansa berbeda yang terlihat di kesempatan malam tersebut. Ada Ustad yang mengenakan sarung, dan ada pula yang mengenakan busana formal sebagimana biasa..

Read More.
alt text

Sekolah Rumah, Mengapa tidak?

Ada tren baru di dunia pendidikan. Anak tak lagi disekolahkan di sekolah formal, tapi hanya belajar di rumah.

Read More.

ABOUT HSG

HSG adalah pendidikan yang melibatkan kerjasama yang sinergis.
Read more.. 

CONTACT

0341- 578413, 085815570284, WA: 0895 334 094 134, SMS CENTER 081805038481 .
Read more.. 

PENDAFTARAN

Untuk pendaftaran, lengkapi formulir dan masukan data yang diperlukan.
Read more.. 

OFFICE

Jl. Bendungan Sigura-gura V, Malang, Indonesia 65146.
Read more.. 
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (TQS Al-Baqarah : 261).

*** Sunah Yang Hilang di Bulan Dzulhijjah

  • Kamis, 01 September 2016
  • by
  • Homeschooling group SD Khoiru Ummah 20 Malang
  • amalan Dzulhijh
     
    Sunah Yang Hilang di Bulan Dzulhijjah
    Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,
    Di indonesia, suasana semarak ibadah masyarakat, kita jumpai ketika datang bulan ramadhan. Masjid yang biasanya sepi dari jamaah, mendadak membludak ketika taraweh pertama. Jamaah subuh yang umumnya dihadiri 2 orang (imam dan muadzin), bisa menjadi puluhan orang. Bahkan orang yang setahun tidak pernah menyentuh masjid, tiba-tiba berada di shaf paling pertama ketika shalat jamaah subuh.

    Semua peristiwa itu, hanya kita jumpai di bulan ramadhan. Banyak kaum muslimin telah sadar, ramadhan merupakan momen terbesar untuk mendapatkan ribuan pahala. Barangkali ini bagian dari jasa besar para khatib, yang terus memotivasi masyarakat untuk menyemarakkan ramadhan, menyambut ramadhan dengan berbagai amal ibadah dan ketaatan. Ramadhan menjadi bulan yang identik dengan semarak ibadah kaum muslimin. Walhamdu lillah…

    Sayangnya, suasana semarak ibadah semacam ini tiba-tiba sirna begitu ramadhan berlalu. Seolah bulan suci untuk ladang pahala, hanyalah bulan ramadhan.

    Bulan Dzulhijjah, Terlupakan?

    Lain halnya bulan Dzulhijjah. Masyarakat kita belum banyak yang menyadari bahwa Dzulhijjah termasuk bulan yang istimewa. Padahal banyak dalil yang menunjukkan bahwa di bulan Dzulhijjah, amal soleh dilipat gandakan. Sebagaimana pahala yang dijanjikan ketika ramadhan. Dari Abu Bakrah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    شَهْرَانِ لاَ يَنْقُصَانِ، شَهْرَا عِيدٍ: رَمَضَانُ، وَذُو الحَجَّةِ

    ”Ada dua bulan yang pahala amalnya tidak akan berkurang. Keduanya dua bulan hari raya: bulan Ramadlan dan bulan Dzulhijjah.” (HR. Bukhari 1912 dan Muslim 1089).
    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menggandengkan bulan Dzulhijjah dengan Ramadhan. Sebagai motivasi beliau menyebutkan bahwa pahala amal di dua bulan ini tidak berkurang.

    Rentang waktu yang paling mulia ketika Dzulhijjah adalah 10 hari pertama. Di surat al-Fajr, Allah berfirman:
    وَ الْفَجْرِ * وَلَيَالٍ عَشْرٍ

    Demi fajar, dan demi malam yang sepuluh. (QS. Al Fajr: 1 – 2)
    Ibn Rajab menjelaskan, malam yang sepuluh adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Inilah tafsir yang benar dan tafsir yang dipilih mayoritas ahli tafsir dari kalangan sahabat dan ulama setelahnya. Dan tafsir inilah yang sesuai dengan riwayat dari Ibn Abbas radliallahu ‘anhuma…” (Lathaiful Ma’arif, hal. 469)

    Allah bersumpah dengan menuebut sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Yang ini menunjukkan keutamaan sepuluh hari tersebut. Karena semua makhluk yang Allah jadikan sebagai sumpah, adalah makhluk istimewa, yang menjadi bukti kebesaran dan keagungan Allah.

    Karena itulah, amalan yang dilakukan selama 10 hari pertama Dzulhijjah menjadi amal yang sangat dicintai Allah. Melebihi amal soleh yang dilakukan di luar batas waktu itu. Dari Ibn Abbas radhiallahu ‘anhu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ. يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ « وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ

    “Tidak ada hari dimana suatu amal salih lebih dicintai Allah melebihi amal salih yang dilakukan di sepuluh hari ini (sepuluh hari pertama Dzulhijjah, pen.).” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, termasuk lebih utama dari jihad fi sabilillah? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Termasuk lebih utama dibanding jihad fi sabilillah. Kecuali orang yang keluar dengan jiwa dan hartanya (ke medan jihad), dan tidak ada satupun yang kembali (mati dan hartanya diambil musuh, pen.).” (HR. Ahmad 1968, Bukhari 969, dan Turmudzi 757).

    Dalam riwayat yang lain, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
    “Tidak ada amalan yang lebih suci di sisi Allah dan tidak ada yang lebih besar pahalanya dari pada kebaikan yang dia kerjakan pada sepuluh hari al-Adha.” (HR. Ad-Daruquthni, dan dihasankan oleh al-Albani)

    Al-Hafidz Ibn Rajab mengatakan, Hadis ini menunjukkan bahwa beramal pada sepuluh hari bulan Dzulhijjah lebih dicintai di sisi Allah dari pada beramal pada hari-hari yang lain, tanpa pengecualian. Sementara jika suatu amal itu lebih dicintai Allah, artinya amal itu lebih utama di sisiNya. (Lathaiful Ma’arif, hal. 456).

    Diceritakan oleh Al Mundziri dalam At Targhib wa At Tarhib (2/150) bahwa Sa’id bin Jubair (Murid senior Ibn Abbas), ketika memasuki tanggal satu Dzulhijjah, beliau sangat bersungguh-sungguh dalam beribadah, sampai hampir tidak mampu melakukannya.

    Saatnya Membangun Kesadaran Masyarakat

    Memahami hal ini, saatnya kita menyadarkan masyarakat. Kita ajak mereka untuk bersama-sama menyemarakkan 10 hari pertama Dzulhijjah dengan berbagai amal soleh dan ibadah, sebagaimana ketika mereka menyemarakkan bulan ramadhan. Jadikan kesempatan 10 hari pertama sebagai ladang untuk mendulang jutaan pahala.
    Lebih dari itu, ada beberapa amal soleh yang dianjurkan untuk dikerjakan selama 10 hari pertama Dzulhijjah, diantaranya:
    • Memperbanyak puasa sunah selama 9 hari pertama
    • Memperbanyak takbiran dan dzikir.
    • Banyak melakukan amal soleh apapun bentuknya.
    Sumber
    Read More...

    *** Hanya Soal Waktu

  • by
  • Homeschooling group SD Khoiru Ummah 20 Malang

  • waktu
    Hanya soal waktu…
    Saat rumahmu akan sebersih dan serapih rumah-rumah dalam majalah-majalah yang sering kau irikan itu

    Maka… nikmatilah setiap detik letihmu yang harus berpuluh kali membereskan kekacauan yang mereka buat

    Hanya soal waktu…
    Saat mereka tak mau lagi kau gandeng, peluk atau sekedar kau cium rambutnya
     
    Maka… berbahagialah ketika mereka selalu membuntutimu kemanapun kakimu melangkah, meski kadang hal itu mengesalkanmu,
    bagi mereka tak ada selainmu

    Hanya soal waktu…
    Saat kau tak lagi jadi si serba tahu dan tempat mengadu
    Maka… bersabarlah dengan rentetan pertanyaan juga celoteh riang dari mulut mungil mereka yang kadang membuat dahimu mengernyit atau keasyikanmu terhenti

    Hanya soal waktu…
    Saat mereka mulai meminta kamarnya masing-masing dan melarangmu mengutak atik segala rupa apa yang di dalamnya
    Maka… tahan emosimu dari rengekan manja mereka saat minta kelon atau dongeng sebelum tidur ketika mata 5 wattmu juga meminta  haknya

    Hanya soal waktu…
    Saat mereka menemukan separo hatinya untuk selanjutnya membangun sarangnya sendiri…
    Mungkin saat itu posisimu tak lagi sepenting hari ini
     
    Maka… resapilah setiap mili kebersamaanmu dengan mereka selagi bisa
    Karena tak butuh waktu lama menunggu kaki kecil mereka tumbuh menjadi sayap yang kan membawanya pergi menggapai asa dan cita

    Kelak kau hanya bisa menengok kamar kosong yang hanya sekali dua akan ditempati penghuninya saat pulang…
    Termangu menghirup aroma kenangan di dalamnya dan lalu tercenung “dulu kamar ini pernah begitu riuh dan ceria”
     
    Dan kau begitu merindukannya
    Kelak kau akan sering menunggu dering telepon mereka untuk sekedar menanyakan “apa kabarmu ibu”?
     
    Dan kau akan begitu bersemangat menjawabnya dengan cerita-cerita tak penting hari ini
    Kelak kau akan merindukan acara memasak makanan kegemaran mereka dan merasa sangat puas saat melihat hasil masakanmu tandas di piring mereka

    Janganlah keegoisanmu hari ini akan membawa sesal di kelak kemudian hari
    Kau takkan pernah bisa memundurkannya sekalipun sedetik untuk sekedar sedikit memperbaikinya

    Karena waktu berjalan…
    Ya… ia berlari…
    Tidak…. ia terbang…
    Dan dia tak pernah mundur kembali…
    Read More...
    Our Fans Page
     
    Aircraft carrier : Slider Demo Costa Atlantica : Demo Slider Fred. Olsen Cruise Lines : Easy Slider Demo
    Copyright (c) 2012 Web Design by Neo Desain
    Sponsored by : Indoiklanmedia